Sebelum dikeluarkan Peraturan Rektor Nomor 518/P/SK/HT/2008, Program Diploma merupakan salah satu institusi pendidikan berstatus jurusan yang tergabung dalam fakultas sesuai kesamaan bidang disiplin ilmu dan tersebar di seluruh fakultas yang ada di Universitas Gadjah Mada. Kemudian berdasarkan Peraturan Rektor tersebut, pengelolaan Program Diploma yang semula terintegrasi dengan fakultas ditata kelembagaanya menjadi sebuah intitusi tersendiri yang bernama Sekolah Vokasi dan menaungi seluruh jurusan Program Diploma menjadi satu kesatuan setingkat fakultas. Berdasarkan keputusan tersebut, dampak yang terjadi tidak hanya pemisahan di bidang tata kelola birokrasi akademik saja, namun juga pemisahan kegiatan-kegiatan ekstra-kampus setingkat fakultas yang diikuti mahasiswa diploma di fakultas sebelumnya. Sehingga, mahasiswa sekolah vokasi yang masih berada di lembaga mahasiswa tingkat fakultas berinisiasi untuk mempunyai lembaga kemahasiswaan baru di sekolah vokasi, yang bertujuan agar kegiatan ekstra-kampus mahasiswa sekolah vokasi dapat teraspirasikan.

Jama’ah Vokasi Al-Alim atau yang lebih populer dengan sebutan JAVA adalah lembaga kemahasiswaan pertama yang dibentuk di Sekolah Vokasi . Sejarah terbentuknya JAVA berawal dari sebuah inisiatif untuk mewadahi kegiatan keislaman mahasiswa muslim Vokasi dengan mendirikan Lembaga Dakwah Kampus di sekolah Vokasi. Inisiatif tersebut kemudian diteruskan dengan diskusi-diskusi yang menghasilkan ide dan rancangan dasar pembentukan LDK Sekolah Vokasi. Untuk inisiatif dan ide pembentukan LDK di Sekolah Vokasi itu sendiri sebetulnya sudah ada sejak awal tahun 1432 H, namun baru pada tahun 1433 H dalam kegiatan Madrasah Mas’ulin Da’awy (MMD) yang diikuti oleh Jama’ah Shalahuddin dan 19 perwakilan SKI Fakultas, ide dasar pembentukan LDK Sekolah Vokasi dihadirkan untuk dilakukannya analisis sosial terkait urgensi keberadaan lembaga dakwah di Sekolah Vokasi yang kemudian hasil dari MMD tersebut di sepkati untuk dimulainya perintisan LDK Sekolah vokasi dengan bantuan payung organisasi sebagai fasilitator oleh Jama’ah Shalahuddin sebagai LDK setingkatUniversitas dan menunjuk BPLDF (Badan Pendamping Lembaga Dakwah Fakultas) untuk melakukan fungsi pendampingan.

Tim Ad-Hoc yang diketuai oleh Rizki Maulana Suryadi dari Teknik Mesin, dengan Sekretaris Ad-Hoc Siti Zulaikha dari Komsi, koordinator tim AD/ART Ervira Rusdhiana dari Komsi, koordinator PSDM Halimatu Sa’diah dari Teknik Sipil dan Imam Muttaqin dari teknik Elektro sebagai koordinator yang membidangi urusan birokrasi. Tim ad-hoc tesebut beranggotakan Izza (Rekmed 2011), Ipur(Agroindustri 2011), nisa (elins 2010), dan beberapa perwakilan dari himpunan mahasiswa dari beberapa prodi dan SKI(Sie Kerohanian Islam) di Sekolah Vokasi, untuk pertama kalinya dibentuk di Segi Delapan Masjid Kampus UGM. Dalam memperjuangkan terbentuknya LDK Sekolah Vokasi, selain fokus terhadap tahap persiapan berupa perumusan badan hukum lembaga dan pengoptimalan SDM, Tim Ad-Hoc juga aktif melakukan sharing dengan mengundang seluruh Himpunan Mahasiswa jurusan yang ada di Sekolah Vokasi dan melakukan mediasi dengan Direktur Vokasi dan Birokrat terkait.

Kurang lebih setelah satu bulan masa kerja Tim Ad-Hoc, dilaksanakan lah Muktamar Akbar pada tanggal 17 Sya’ban 1433H, yang bertepatan dengan 7 Juli 2012, yang berlangsung di ruang kuliah 121 Gedung Sekolah Vokasi UGM. Dengan disahkannya badan hukum berupa AD/ARD dan TGTB organisasi dalam sidang Muktamar yang berlangsung, menjadi pertanda awal lahirnya LDK baru di Sekolah Vokasi dengan nama resmi Jama’ah Vokasi Al-Alim, yang kemudian di singkat JAVA dan dibentuknya perangkat organisasi dengan terpilihnya Rizki Maulana Suryadi, Ervira Rushdhiana dan Sayyidah Khairul Nisa sebagai Dewan Majelis Syuro serta Hanif Andy Al-Anshori sebagai Ketua Umum JAVA angkatan pertama. Dalam sidang perdana Muktamar JAVA tersebut juga di bentuk Dewan Formatur yang terdiri dari Arif Fajar Rahman Sidiq, Supriyanto, Halimatu Sa’diah, Siti Zulaikha, Izzatun Nafsi dan Siti Purwaningsih, yang kemudian Dewan Formatur ini bertugas melakukan analisa sosial, membuat Grand Design organisasi dan menentukan rumusan Pengurus Harian JAVA dengan masa kerja 40 hari terhitung sejak pelaksanaan Muktamar.

Dari sejak awal perintisan dan proses terbentuknya LDK di Sekolah Vokasi secara utuh, hingga dalam perjalanan di setiap masanya, Jama’ah Vokasi Al-Alim berkomitmen untuk selalu menjadi organisasi independen di ranah kampus. Dengan berlandaskan Al-Qur’an dan As-sunah, mewadahi dan mewarnai setiap langkah juang pribadi muslim serta mencetak generasi unggulan yang mempunyai secercah harapan dan semangat perbaikan untuk terciptanya persatuan umat, memperjuangkan kejayaan Islam dan mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Tahun 2012 / 1433H

JAVA UGM pertama dipimpin oleh Hannif Andy Al anshori (Kepariwisatan 2010) dimulai dari tanggal 7 Juli 2012 sampai 26 Desember 2012. Agenda pertama dari JAVA UGM 1433H adalah Penyambutan Mahasiswa Baru, Sosialisasi dan Launching JAVA, Temu Mahasiswa Muslim Vokasi, Syawalan Klaster Vokasi, Training Kepemimpinan JAVA, MABIT Akbar, Mukhoyyam, Forum Keluarga, FGD, Semarak Qurban dan Bakti Sosial, Kajian Akbar, dan beberapa kegiatan rutin yang sering diselenggerakan seperti Kajian Tematik (KAJAVA), Kajian Kemuslimahan (KAMUS). Sedangkan kegiatan tambahan dari kepengurusan JAVA 1433H adalan NGAQU VOKASI (Ngaji Qur’an Vokasi) yang dirancang khusus untuk tahsin dan tahfidz.

Tahun 2012/ 2013/ 1434 H

MUKTAMAR II JAVA UGM diselenggarakan pada tanggal 26 Desember 2012/ 12 Syafar 1434H di Sekolah Vokasi UGM. MUKTAMAR kedua ini memutuskan Iwan Setyo Wibisono (Diploma Teknik Sipil 2011) sebagai ketua JAVA UGM 1434 H. Bersamaan dengan diangkatnya sumpah ketua, dipilih pula Dewan Formatur dan Majelis Syuro JAVA UGM 1434 H. Majelis Syuro terpilih diantaranya adalah Hannif Andy Al anshori, Imam Muttaqin, Siti Zulaikha, dan Halimatu Sadi’ah.